Genial - Mulai besok, Rabu 25 Maret secara resmi pemerintah China mengumumkan akan mulai menghentikan lockdown Provinsi Hubei, Lockdown diterapkan sudah 2 bulan sejak 23 Januari lalu di beberapa kota di Hubei, termasuk kota Wuhan sebagai kota pertama penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Pengumuman itu dibuat oleh Komisi Kesehatan China di provinsi Hubei, sehingga warga boleh keluar masuk Hubei. Khusus kota Wuhan, lockdown baru berakhir pada 8 April mendatang, dikutip dariThe Straits Times, Selasa (24/3/2020).

Jumlah infeksi baru di Hubei sudah tidak ada lagi sejak 19 Maret lalu. Secara keseluruhan, ada 67 ribu kasus di Hubei dan 60 ribu berhasil sembuh.

Pada 8 April mendatang, orang yang ingin keluar dari Wuhan harus tetap mengikuti aturan kesehatan yang berlaku. Jumlah pasien baru di Wuhan juga sudah tidak ada lagi dalam beberapa hari terakhir.

Pada kebijakan lockdown Hubei, ada total 60 juta yang tak bisa keluar dari provinsi itu. Pergerakan masyarakat juga dibatasi agar tidak leluasa ke luar rumah.

Pemerintahan Xi Jinping optimistis mereka sudah menjinakkan penyebaran Covid-19 di China. Pada 10 Maret lalu, Presiden Xi telah mengunjungi Wuhan untuk pertama kalinya.

Rumah sakit darurat sempat dibangun di kota Wuhan juga sudah tutup karena berkurangnya pasien baru. Dokter-dokter yang diimpor dari provinsi lain di China akhirnya pulang ke daerah masing-masing.

Transportasi umum di Hubei juga ditutup dan mereka yang punya kendaraan pribadi juga tak boleh bebas berpergian. Ratusan WNI sempat terjebak hingga akhirnya dijemput pemerintah. 

Saat ini, kebijakan lockdown  sedang dicontoh banyak negara, termasuk Malaysia, Filipina, dan Italia yang punya jumlah kematian yang tinggi di Eropa. Dokter China juga sudah bertolak ke Italia untuk membantu, namun pihak China menyayangkan lockdown di Italia yang kendor. 

Menanggapi hal tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah masih mengkaji mengenai lockdown atau karantina wilayah guna menangani penyebaran pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini.

Luhut dalam postingan di akun pribadi Instagram @luhut.pandjaitan menuturkan saat ini pemerintah memang belum menghitung kemungkinan melakukan lockdown.

"Bisa saja besok, lusa, kita tiba-tiba (lockdown) per daerah. Daerah A mungkin kita karantina. Tapi kita tidak mengerti karena tidak ada istilah dalam UU mengenai lockdown atau karantina ini. Jadi kalau ada karantina kecamatan, desa, sampai nanti kota atau provinsi, kajiannya sedang berjalan saat ini," katanya kepada wartawan, Selasa (24/3/2020).

Luhut meminta segenap masyarakat untuk terus mendukung pemerintah dalam upaya menangani penyebaran virus corona. Menurut dia, diakuinya penanganan dari pemerintah memang masih bermasalah. Namun, ia meyakini upaya yang dilakukan semakin baik ke depan.

"Kita semua harus mendukung pemerintah. Jangan silang pendapat, jangan salahkan sana sini, karena pemerintah kan melihat dengan luas sekali. Tidak mungkin pemerintah careless (ceroboh) atau dikatakan Presiden ragu-ragu. Tidak," ujarnya. (Mil)

You may also like