Audiensi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Muhajjir Effendy, Ketua Umum PP Bamusi, Prof. Hamka Haq beserta beberapa jajaran PP Bamusi di Kementerian Koordinator Pembangunan Kemanusiaan, Jakarta, Rabu (20/11).
Genial - Sertifikasi pra nikah, bukan syarat untuk menikah. Tetapi kewajiban negara untuk memberikan knowledge tentang pernikahan bagi warga negara. Selama ini panduan atau pembekalan bagi pasangan calon yang akan menikah telah dilakukan oleh KUA. Namun sekarang materi pembekalannya akan di tambah dengan membangun ekonomi keluarga, kesehatan ibu dan anak serta reproduksi. Demikian kata Menko PMK ketika menerima Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia di kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (20/11).

Pada kesempatan pertemuan tersebut Prof. Muhajir menyampaikan maksud pembekalan untuk pasangan yang akan menikah.

"Istilah sertifikasi, itu wartawan saja yang menulis, padahal maksudnya pembekalan sebagaimana yang telah di lakukan oleh KUA, tetapi materi pembekalannya di perluas," jelas Muhajir.

"Kementerian PMK konsen dengan membangun bangsa melalui membangun rumah tangga yang baik," lanjut Muhajir.

Tidak mungkin membangun bangsa yang kuat jika tidak di mulai dari membangun rumah tangga yang kuat.

"Rumah tangga itu miniatur sebuah negara" ujar mantan Mendikbud periode yang lalu.

Ide dan keinginan kementerian PMK untuk memberikan pembekalan yang lebih komprehensif bagi calon pasangan yang akan menikah, sangat di dukung oleh Baitul Muslimin Indonesia.

"Kita dukung dan akan terlibat aktif dalam program pembekalan ini, termasuk sosialisasi program tersebut, agar tidak terjadi salah faham di masyarakat" kata Mahmuddin Muslim, selaku juru bicara dari PP Baitul Muslimin Indonesia. 

Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) berpandangan, bahwa penguatan keluarga juga bisa menjadi pintu masuk melawan radikalisme dan terorisme atas nama agama. Banyak kasus pelaku teror, saat ini melakukan aksinya bersama-sama keluarga, misalnya saja kasus bom gereja Surabaya, kasus penusukan Pak Wiranto. 

"Jadi program penguatan keluarga itu, bukan hanya mempersiapkan generasi penerus yang kuat, tapi juga bisa langkah awal menangkal ide radikalisme merasuk" jelas Hamka Haq, Ketua Umum Bamusi.

Program ini harus kita dukung, dan melibatkan semua komponen bangsa," sambung mantan anggota komisi 8 DPR RI ini.

Dalam pertemuan juga di bahas rencana kerjasama Kemenko PMK dengan Bamusi dalam merumuskan strategi dan program radikalisme, revolusi mental berbasis majlis ta'lim, serta program wawasan kebangsaan dan ke Indonesiaan di sekolah-sekolah.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Deputi Kemenko, Prof. Agus Sartono, Amilan Hatta, Ulfah Mawardi, Reni Siregar, Nova andika, Sahid serta Sukron. (Mil)

You may also like