Bob Andika Mamana Sitepu Anggota DPR RI Komisi V (doc pribadi)
JAKARTA- Anggota DPR RI Komisi V Bob Andika Mamana Sitepu mengungkapkan rasa belasungkawa terhadap musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021). 

Per hari ini, Senin (11/1/2021) tim selam pasukan intai amfibi Kopaska TNI AL telah menemukan puing pesawat di dalam laut. Tidak hanya itu ditemukan juga barang lain mulai dari serpihan pesawat, kabel, pecahan ban, tumpahan minyak, bagian tubuh, properti milik penumpang dan lainnya. Sementara itu kotak hitam atau black box yang diduga milik pesawat tersebut juga sudah ditemukan lokasinya.

Pesawat jenis Boeing 737-500 yang membawa 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru tersebut hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. Pesawat awalnya dijadwalkan berangkat pada 13.35 WIB namun ditunda ke pukul 14.35 WIB akibat kendala cuaca.

Bob Sitepu mendukung pihak yang berwenang dalam mengerahkan seluruh kekuatan untuk menemukan para korban serta memberikan informasi yang jelas dan terbuka kepada publik khususnya pihak keluarga korban. 

”Mari kita dukung Kementerian Perhubungan, Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam upaya terus menemukan puing-puing pesawat dan korban, dan yang paling penting segera mengangkat kotak hitam atau blackbox untuk memudahkan investigasi lebih lanjut oleh KNKT terkait penyebab terjadinya kecelakaan pesawat,” ungkap Bob yang merupakan anggota komisi V DPR RI, yang salah satu mitra kerja komisi ini adalah Kementerian Perhubungan.

Bob Sitepu juga menambahkan bahwa sebagai anggota komisi V akan mengusulkan kepada pimpinan komisi V DPR RI sebagai komisi teknis bidang perhubungan untuk mengundang pihak maskapai Sriwijaya Air, Kementerian Perhubungan, Basarnas, dan KNKT untuk rapat guna mendengar klarifikasi dan penjelasan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat tersebut. 

Selain stakeholders bidang transportasi tersebut Bob Sitepu memandang penting juga untuk menghadirkan BMKG dalam kapasitas dan kewenangannya untuk memberikan penjelasan terkait situasi cuaca dalam penerbangan SJ 182, juga terhadap kelancaran transportasi udara dalam situasi cuaca yang relatif buruk pada beberapa bulan terakhir ini.

“Perlu ada klarifikasi dan kejelasan atas tragedi ini agar nantinya bisa dievaluasi semua aktivitas penerbangan, tidak hanya Sriwijaya Air tetapi juga seluruh maskapai lain. Supaya bisa semakin berhati-hati dan memperhatikan faktor cuaca yang memang saat ini sedang musim hujan, begitu juga dengan perawatan pesawat harus benar-benar diperhatikan agar layak terbang,” tegasnya.

Bob Sitepu juga berharap agar pemerintah turut mengawasi secara ketat dan menindak tegas apabila ada maskapai yang terbang tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan. Hak kompensasi terhadap keluarga korban juga harus diberikan sesuai aturan.

Selain itu Bob Sitepu juga meminta segera dilakukan investigasi dan rekomendasi KNKT untuk menaikkan kembali kepercayaan masyarakat pada jasa angkutan udara.

“Pandemi Covid-19 telah menimbulkan kemerosotan terhadap industri penerbangan, jangan sampai atas tragedi ini semakin menurun khususnya soal kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan saat ini,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan. (Mil)

You may also like