istimewa
GENIAL.ID, Victoria - Dua petenis dan satu orang non-pemain Australian Open 2021 dinyatakan positif COVID-19, menambah daftar peserta turnamen Grand Slam yang terinfeksi virus corona termasuk petenis, pelatih, dan ofisial, kata pihak berwenang Negara Bagian Victoria, Rabu.

Kepala Kepolisian Victoria Lisa Neville mengatakan ketiganya termasuk dalam kasus infeksi baru yang dilaporkan pada hari Rabu, demikian dilansir Reuters.

Belum ada kepastian mengenai jumlah pastinya, dengan hasil tes dari pihak berwenang kemudian diklasifikasikan sebagai "penularan" dari infeksi sebelumnya.

Neville mengatakan pihak berwenang sangat yakin salah satu dari dua infeksi baru ini adalah kasus penularan virus.

"Dari dua lainnya, kurang jelas bahwa mereka pernah kontak. Kami akan mencari tahunya, ada satu petenis dan satu orang tenaga pendukung," kata Neville kepada wartawan.

Direktur turnamen Australian Open Craig Tiley mengatakan dua petenis yang dilaporkan positif pada hari Selasa juga menjadi penyebab virus.

Lebih dari 70 pemain dan rombongan mereka dikurung di kamar hotel selama 14 hari dan tidak dapat berlatih untuk Australian Open 8-21 Februari, setelah penumpang pada tiga penerbangan sewaan diketahui positif melalui tes.

Pihak berwenang telah mengeluarkan dana besar untuk menerbangkan lebih dari 1.200 pemain, pelatih, dan ofisial dalam 17 penerbangan sewaan ke Australia untuk mengadakan Grand Slam pertama tahun ini.

Tiley mengatakan biaya karantina dapat melebihi Rp433 miliar, yang sebagian akan ditanggung oleh pemerintah negara bagian Victoria.

"Pemerintah negara bagian mendukung dan membantu itu," katanya.
 

You may also like