istimewa
GENIAL.ID, Palu -  Bulog Sulawesi Tengah berharap kondisi pertanian, terutama pangan di Sulawesi Tengah pada 2021 lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Basirun di Palu, Kamis mengatakan jika sektor pertanian kondusif tentu akan berpengaruh baik pada pangan di tingkat pengecer stabil dan terkendali.

"Karena stok tersedia dalam jumlah yang memadai sehingga tidak ada alasan bagi pedagang untuk menaikkan harga sepihak. Tapi jika stok barang kurang, akan memungkinkan bagi pedagang menaikkannya," kata dia.

Bulog sebagai salah satu BUMN yang menangani beberapa komoditas pangan strategis, termasuk beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam,daging dan lainnya ditugaskan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Menurut dia, tugas itu cukup berat, sebab begitu terjadi gejolak, maka Bulog segera melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan kembali.

Oleh karena itu Bulog, kata dia, harus memiliki stok cadangan yang sewaktu-waktu mendukung kegiatan operasi pasar dan juga bencana alam.

Bulog di daerah wajib menyediakan stok beras dalam jumlah memadai, sebab sebagian stok beras yang dibeli dari petani dialokasikan untuk bencana alam.

Dalam kaitannya itu, Bulog setiap tahunnya ditarget membeli beras petani dengan prognosa telah ditentukan.

Misalkan pada musim panen (MP) 2020, Bulog Sulteng ditarget membeli beras petani sebanyak 20.000 ton dan realisasinya sekitar 18.000 ton.

Pada MP 2021 ini, Bulog Sulteng ditargetkan membeli beras sebanyak 30.800 ton, meningkat dari  tahun lalu.

Peningkatan target tersebut disesuaikan dengan rencana penyaluran dan juga luas panen dan produksi petani.

Karena itu, Bulog, sangat berharap kondisi pertanian di Provinsi Sulteng pada 2021 ini bisa kondusif,meski di tengah-tengah pandemi COVID-19.

"Kita semua berharap petani tetap semangat menanam berbagai komoditi pertanian guna memenuhi kebutuhan pasar di daerah ini yang setiap tahunnya  terus mengalami peningkatan sesuai dengan pertambahan jumlah penduduk dan permintaan pasar luar daerah," ujar Basirun.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulteng, Abdullah Kawulusan secara terpisah menjamin ketersediaan pangan di daerah ini cukup memadai.

Produksi beras petani Sulteng tetap melebihi kebutuhan masyarakat.

Untuk pangan, menurut dia, tidak ada masalah, sebab selain beras sebagai makanan pokok masyarakat, juga pemerintah pusat dan daerah terus mendorong masyarakat untuk makan pangan lokal nonberas yang juga bergizi, seimbang, aman dan sehat.

Makanan dimaksud seperti jagung,pisang,sagu dan ubi-ubian yang banyak tersedia di seluruh wilayah Sulteng dan telah menjadi makanan pokok para leluhur kita di provinsi ini pada zaman dahulu.

Makanan-makanan itu, kata Abdullah perlu terus dilestarikan dan ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada beras (nasi).

You may also like