Ilustrasi tentara AS (net).
Genial - Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengirim 5.000 hingga 7.000 tentara tambahan ke Timur Tengah untuk melawan Iran.

Dilansir dari berbagai sumber untuk Sobat Genial, Wakil Menteri Pertahanan AS John Rood saat berbicara di depan Kongres mengatakan kebijakan itu dibuat setelah melihat sepak terjang Iran yang dinilai kelewat batas.

"Kami terus memantau ancaman itu dan memiliki kemampuan untuk secara dinamis menyamai postur pasukan kami," kata Rood kepada Komite Layanan Bersenjata Senat.

Rencana pengerahan pasukan tersebut juga disampaikan seorang pejabat AS yang mengutip Menteri Pertahanan Mark Esper.

Namun dia tidak mengonfirmasi di mana pasukan akan ditempatkan, dan berapa lama mereka di sana. 

Menurut pejabat anonim itu, AS ingin menambah pasukan karena putus asa terhadap serangan kelompok terkait Iran terhadap aset mereka.

Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Pentagon membantah laporan oleh The Wall Street Journal yang menyebut Amerika Serikat mempertimbangkan mengirim lebih dari 14 ribu pasukan ke Timur Tengah.

Menhan Esper juga menolak laporan tersebut. Juru Bicara Pentagon Alyssa Farah menyebut bahwa Esper telah mengklarifikasi jumlah pasukan tambahan itu lewat panggilan telepon dengan Senator Jim Inhofe. 

Ketegangan AS dan Iran bermula sejak Juli lalu, ketika Iran mengumumkan bahwa mereka melakukan pengayaan uranium melebihi batas yang ditentukan dalam perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Perjanjian yang digagas di era Barack Obama itu menetapkan Iran harus membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari keperluan mengembangkan senjata nuklir yaitu 90 persen.

Sebagai timbal balik, negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran. 

Namun, di bawah komando Presiden Donald Trump, AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir itu pada Mei 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.

Iran bertekad bakal terus melakukan pengayaan uranium jika negara-negara lain yang menandatangani perjanjian itu tak berbuat apa pun untuk melawan AS.

Sejak saat itu, tensi antara Iran dan AS terus meningkat dengan isu pengerahan militer hingga uji coba rudal Teheran.

Belum reda permasalahan nuklir ini, muncul lagi perseteruan baru antara kedua negara ketika AS menuding Iran sebagai dalang di balik serangan drone di kilang minyak terbesar di Arab Saudi, sekutu terdekat Negeri Paman Sam. 

Riyadh kemudian meminta Washington mengirim pasukan tambahan untuk membantu pertahanan negara itu. (Mil)

You may also like