Peta gerakan pasukan Romawi dalam pertempuran Zuma/Net
GENIAL.ID. Pada 2.200 tahun lalu, pasukan Romawi berhasil mengalahkan pasukan Kartago dalam Pertempuran Zama. Tepatnya tanggal 19 Oktober 202 sebelum Masehi. 

Kartago merupakan kota kuno di Afrika Utara. Letaknya di sisi timur Danau Tunis. Sekarang dekat kota Tunis di Tunisia. Menurut legenda, kota ini didirikan oleh Fenisia di bawah kepimpinan Ratu Dido. Kota ini kemudian menjadi kaya dan besar serta memiliki pengaruh yang kuat di Laut Tengah.

Dalam pertempuran ini pasukan Romawi dipimpin oleh Publius Cornelius. Ia merupakan seorang  jenderal yang beusia 34 tahun saat itu. Setelah menakukan Afrika bagian Utara ia dikenal sebagai Publius Cornelius Scipio Africanus atau Scipio Africanus saja.
 
Kelahiran tahun 236 sebelum masehi ini kemudian menjadi Konsul di kota Romawi. Dalam sistem politik Romawi, Konsul merupakan jabatan politik elektif tertinggi di negara Republik Romawi. Seorang konsul bisa dianggap sebagai cursus honorum atau jenjang jabatan publik yang tersedia bagi para politikus. 

Konsul dipilih setiap tahun. Ada dua orang yang menempati posisi ini.  Dan masing-masing konsul memiliki hak veto atas keputusan konsul lainnya. 

Kembali ke Perang Zuma. Bila Romawi dipimpin Publius Cornelius, maka pasukan Kartago dipimpin oleh Hannibal putera dari Hamilcar Barca. Ia merupakan pemimpin militer, dan dikenal sebagai pemimpin perang terhebat sepanjang sejarah dan dikenal sebagai "Bapak Strategi." Strategi perangnya kelak menginspirasi Napoleon Bonaparte.

Sebelum pertempuran Zuma, Hannibal tercatat membawa pasukan gajah untuk menyerang Romawi. Ia berhasil mengalahkan prajurit Romawi di beberapa pertempuran, termasuk di Sungai Trebia, Trasimene dan Cannae. Bahkan hampir saja pasukan Hannibal memasuki kota Roma.

Namun akhirnya di Perang Zuma, sebagai aksi balasan Roma di Afrika Utara, Hannibal takluk.

Menariknya, 600 tahun kemudian, masih di tanggal yang sama, yaitu 19 Oktober tahun 439, kekuasaan Romawi di Afrika Utara harus menyingkir setelah kota Kartago direbut  Pasukan Kerajaan Vandal pimpinan Raja Genseric. Namun kelak, Kerajaan Vandal kembali dikalahkan Romawi di bawah pimpinan Kaisar Romawi Timur Yustinianus I.

Ini juga tak kalah menarik. Tanggal 19 Oktober, atau 19-10, seakan menjadi angka keramat dalam peperangan besar yang saling terkaait. Kelak, Napoleon Bonaparte yang terinspirasi Hannibal, pada tanggal 19 Oktober 1813, mengalami kekalahan paling parah dalam Pertempuran Leipzig, yang dikenal dengan nama Pertempuran Banyak Bangsa karena melibat Italia, Jerman, Prusia, Austria, Rusia, resimen roket Inggris, Prancis, Polandia dan Swedia. Ini juga merupakan perang terbesar di Eropa sebelum Perang Dunia I, dengan melibatkan sekitar setengah juta tentara. [pmu]
 

You may also like