Agustina Doren
Genial - Perpanjang STR yang biayanya sangat mencekik para Bidan, dan proses administraasinya begitu rumit memberatkan para bidan dan akan berdampak buruk pada kinerja Bidan di lapangan.

Oleh karena itu, Agustina Doren sebagai perwakilan Bidan di Sulawesi Tenggara, mendesak Ketua Ikatan Bidan Indonesia Sulawesi Tenggara untuk secepatnya duduk bersama, mengundang para perwakilan ketua-ketua Cabang dan Ranting untuk membahas terkait hal Ini.

Agustina pun menuturkan terkait historis pengukuhan terlahirnya Ikatan Bidan Indonesia. Dalam sejarah Bidan Indonesia menyebutkan bahwa tanggal 24 Juni 1951 dipandang sebagai hari jadi IBI.

Pengukuhan hari lahirnya IBI tersebut didasarkan atas hasil konferensi bidan pertama yang diselenggarakan di Jakarta 24 Juni 1951, yang merupakan prakarsa bidan-bidan senior yang berdomisili di Jakarta. 

Konferensi bidan pertama tersebut telah berhasil meletakkan landasan yang kuat serta arah yang benar bagi perjuangan bidan selanjutnya, yaitu mendirikan sebuah organisasi profesi bernama Ikatan Bidan Indonesia (IBI), berbentuk kesatuan, bersifat Nasional, berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Pada konferensi IBI tersebut juga dirumuskan tujuan IBI, yaitu:

Menggalang persatuan dan persaudaraan antar sesama bidan serta kaum wanita pada umumnya, dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa.

Membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan, khususnya dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta kesejahteraan keluarga.

Membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat.

“Dengan sejarah panjang berdirinya Ikatan Bidan Indonesia ini, saya mengajak seluruh Bidan khususnya di Kendari untuk membangun solidaritas, sama rasa dan sepenanggungan demi niat mulia kita untuk mengabdi pada masyararakat, nusa dan bangsa,” tuturnya. 

Permasalahan perpanjangan STR, lanjutnya,  yang sangat memberatkan para Bidan ini, diperlukan sebuah ruang diskusi yang terbuka untuk menyampaikan hal-hal yang membelenggu kerja-kerja para bidan.  

“Sehingga, keluhan kita tidak hanya menguap begitu saja, namun ada arah tujuan dan rekomendasi yang konkrit guna menuntaskan permasalahan ini,” tegas mantan aktivis PMKRI tersebut. (Yog)

You may also like