Imanuel Cahyadi Calon Ketua Umum GMNI Periode 2019-2021
Genial - Kongres GMNI XXI di Ambon kian memanas, pasalnya pemilihan Ketua Umum (ketum) GMNI 2019-2021 akan segera dimulai, beberapa kandidat mulai unjuk diri dengan berbagai pengalaman dan keahlian masing-masing. 

Salah satunya adalah Imanuel Cahyadi, Calon Ketum GMNI 2019-2021 ini merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Bandung. Bung Imanuel sapaan akrabnya di GMNI, memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk mencalonkan diri sebagai ketum. 

"Bagiku segala keterbatasan seorang manusia dapat diatasi dengan seberapa kuat tekadnya, seberapa besar semangatnya dan sebagaimana dia bermanfaat bagi manusia dan semesta, Zaman terus berubah, maka GMNI tetap harus berbenah. Bersama-sama kita pasti bisa. Kita bangun kader-kader GMNI yang progresif dan revolusioner, bangsa yang dipikirkannya, rakyat yang diperjuangkannya," tegas Imanuel. 

Indonesia sebagai sebuah negara yang besar dengan cita-cita sebagaimana tercantum pada pembukaan UUD 1945, harus didukung dan diwujudkan oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk didalamnya organisasi pemuda.

"Sejarah mencatat bagaimana kalangan organisasi pemuda turut andil dalam menyusun pergerakan nasional hingga merebut kemerdekaan. Lihat saja kiprah Boedi Oetomo, Jong Java, Jong Batak, Jong Ambon dan berbagai organisasi lainnya turut melahirkan Sumpah Pemuda 1928. Sumpah Pemuda itulah yang kelak menggetarkan kolonialisme dan imperialisme, karena atas dasar kehendak untuk bersatu dan persamaan nasib, bangsa Indonesia akhirnya bisa membentuk sebuah bangsa yang pada perkembangannya berhasil memproklamirkan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945," tegas Imanuel. 

Oleh karena tanggung jawab sejarah ini. organisasi pemuda dan mahasiswa seperti GMNI punya beban di pundaknya. Dalam struktur politik Indonesia, kelompok pemuda disebut pula sebagai infrastruktur politik. Peran yang dimainkan adalah mempengaruhi baik langsung atau pun tidak langsung kebijakan-kebijakan negara dalam menjalankan fungsi serta kekuasaannya masing-masing.

"Untuk menciptakan rakyat yang kuat, maka lahirlah organisasi kepemudaan sebagai kawah chandradimuka penggemblengan kader-kader bangsa untuk mengisi sirkulasi estafet kepemimpinan bangsa. Organisasi yang dituju haruslah yang mantap secara ideologi, mantap secara kaderisasi dan mantap secara organisasi," lanjutnya.

Mantap ideologi yang dimaksud adalah ketika terwujudnya tiga hal pokok yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Aspek kognitif dimana kader-kader GMNI diberi pengetahuan hal ikhwal mengenai ideologi GMNI dan perbandingan dengan ideologi-ideologi lainnya. Kemudian, secara afektif, ideologi tersebut harus mampu dijiwai, diyakini, dirasakan dan membangun suatu emotional bounding di dalam diri kader.

Mantap kaderisasi yaitu ketika berani melakukan revolusi terhadap pemikiran tentang sosok kader yang dibentuk. Tak hanya mencetak kader yang memiliki karakter cara berpikir Marhaenisme yang kuat, tetapi juga kader yang mampu memiliki hard skill dan soft skill dalam menjawab tantangan zaman dalam era Revolusi 4.0 seperti yang dijelaskan Imanuel kepada Genial.id, Minggu (1/12).

Selanjutnya mantap organisasi akan dapat terwujud jika telah terbentuk budaya organisasi. Budaya terbentuk karena adanya perilaku organisasi yang berkelanjutan. 

"Untuk membentuk perilaku itu, haruslah ada aturan main yang ditegakkan secara konsisten. Organisasi haruslah juga berpijak pada nilai-nilai profesionalisme. Sebagai organisasi gerakan, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) harus mampu menjadikan organisasi sebagai pusat pergerakan rakyat. GMNI harus bisa secara efektif memainkan peran sebagai kelompok kepentingan yang mempengaruhi proses pengambilan kebijakan pemerintah pusat dan daerah," pungkasnya.

Pantauan Genial.id, sesuai agenda acara Kongres XXI GMNI, jadwal pemilihan ketua umum dilaksanakan pada agenda Sidang Pleno IX, pada hari Minggu (1/12). Namun melihat molornya agenda persidangan maka diperkirakan pemilihan ketua umum akan dilaksanakan pada hari Senin (2/12). (Mil)

You may also like