Perpustakaan Mar’asyi Najafi/Net
GENIAL. Sobat Genial, kita lanjutkan perjalanan keliling kota-kota di Iran.

Terletak tidak jauh dari Haram Sayyidah Fatimah Maksomah, ada perpustakaan Mar’asyi Najafi. Perpustakaan ini menyimpan banyak manuskrip dengan koleksi buku yang terlengkap di dunia Islam. Uniknya lagi, perpustakaan ini merupakan milik pribadi seorang yang telah bergelar Ayatullah.

Sang Ayatullah berhasil mengumpulkan sendiri sekitar 20 ribu manuskrip. Dan sampai sekarang terkumpul 40 ribu manuskrip dan naskah naskah dengan tulisan tangan asli. Sekarang perpustakaan ini menjadi pepustakaan terbesar di Iran dan terbesar ketiga di dunia.

Tak heran banyak sekali pengunjung dari dalam maupun luar negeri yang penasaran dengan perpustakaan yang memiliki lima lantai ini. Pihak manajemen perpustakaan pun telah menyiapkan divisi sekretariat dan resepsionis yang bertugas untuk menyambut para tamu dalam maupun luar negeri.

Oh ya, nama lengkap sang Ayatollah adalah Shihabuddin Marasyi Najafi. Ia orang Iran yang lahir di Najaf Iraq pada tahun 1896 dan wafat pada usia 93 tahun di Qom pada tahun 1990. Saat wafat, ia hanya meninggalkan harta kurang dari Rp 50 ribu. Namun di saat yang sama, ia meninggalkan puluhan ribu buku dan manuskrip dalam perpustakaan terbesar dan terlengkap di Iran.

Semasa hidup, hartanya habis untuk membeli buku, dan merintis membangun perpustakaan kecil pada tahun 1965. Pada tahun 1978, perpustakaan tersebut diperbesar menjadi lebih dari 4500 m2 yang meliputi lima lantai. Pemerintah selalu membantu untuk mengembangkan terus perpustakaan ini, sampai akhirnya bangunan baru pun dibangun lagi pada tahun 1990.

Sampai akhir hayatnya, Ayatullah belum melaksanakan kewajiban Ibadah Haji karena tidak mampu secara finansial. Uangnya selalu habis untuk buku. Beliau sendiri membuat karya lebih dari 100 buku dalam berbagai tema. Makamnya bisa diziarahi di pelataran depan perpustakaan, sesuai wasiatnya.

Ia juga merupakan Imam Shalat di Haram Sayyidah Fatimah Maksomah selama lebih dari 70 tahun. Ia juga merupakan penyokong penting Revolusi Islam Iran, yang pada tahun 1964 saat Ayatollah Khumeini di Najaf, Mar’asyi Najafi yang menyambut dan membuka jalan ide-ide revolusi di Najaf.

Setelah wafat Ayatollah Mar’asyi Najafi, maka pembiayaan operasional perpustakaan ditanggung oleh pemerintah dan swadaya masyarakat berdasarkan persetujuan anggota Majelis Syura Islami


Oh ya Sobat, bicara revoluasi Islam Iran, tentu juga bicara sial pemimpin revolusi. Nah, rumah tokoh dan pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khomeini, berasal dari kota Khomein. Rumahnya bisa ditempuh sekitar 2 jam dengan mobil dari Qom.
Aktivitasnya yang banyak dihabiskan di kota Qom, membuat beliau memutuskan untuk membeli rumah di Qom. Maka pada tahun 1958 setelah menjual warisan peninggalan ayahnya di Khomein, Imam membeli rumah seluas 300 meter persegi di Jalan Yakhcal Qazi, Qom.

Rumah sederhana ini tempat tinggal Imam Khomeini beserta keluarganya, yang juga tempat mengajar, tempat berdiskusi, juga tempat Imam Khomeini menulis beberapa bukunya. Sampai akhirnya Imam Khomeini ditangkap oleh tentara suruhan Syah Mohammad Reza Pahlavi pada tahun 1964, ditahan dan dideportasi ke Luar Negeri.

Rumah ini sampai sekarang masih ada, dan menjadi destinasi wisata para turis domestik maupun mancanegara. Tempatnya yang asri, dengan tanaman dan juga kolam di pekarangannya yang menjadi ciri khas rumah rumah tradisional Iran, membuat betah pengunjung berlama lama disini, disamping foto foto juga buku buku Imam Khomeini yang terpajang dan tersimpan rapih didalam rumahnya.

Adapun rumah beliau yang berada di Jamaran, Teheran adalah rumah kontrakan yang beliau tinggali pada saat kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1980, tempat Imam Khomeini beristirahat dalam penyembuhan penyakit jantungnya. [***]

Sifa Sanjurio
Staf Pengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

You may also like