Ilustrasi
GENIAL.ID, Musik - Waktu tempuh antara Southsea (kawasan pantai di pinggir kota Portsmouth, Inggris, tempat tinggal saya) dan Isle Of Wight, kira-kira hanya 45 menit dengan berenang. Berenang ? Ya, sebab, Isle Of Wight ini merupakan sebuah pulau kecil, letaknya di tengah laut, tak jauh dari Southsea.

Tentu saja saya belum pernah berenang ke sana. Sebab saya bukan anggota Royal Navy, yang pembaretannya suka dilakukan di sekitar kawasan laut kidul Inggris itu. Alih-alih sampai ke pulau, bisa-bisa malah menghilang ke dasar laut, tiba di kerajaan Duchess of Southsea (Nyi Roro Kidul-nya Inggris, begitu kelakar saya dengan teman-teman), jika saya nekat berenang.

Isle Of Wight adalah sebuah pulau yang merupakan bagian pantai selatan Inggris. Terkenal dengan pantainya yang cocok untuk plesiran. Nama-nama pantai yang aduhai indahnya itu diantaranya adalah Pantai Sandy Shanklin dan Pantai Ventnor.

Hal menarik lainnya adalah keberadaan fosil dinosaurus di pulau ini. Fosilnya bisa dilihat di kawasan pantai yang bernama, Compton Bay dan Yaverland Beach. Pulau ini juga sangat cocok sebagai tempat untuk 'uzlah, mengasingkan diri, apalagi di masa-masa pandemik yang membutuhkan social distancing, seperti sekarang.

**

Tak hanya mencatat warisan era prasejarah, di Isle of Wight 50 tahun lalu, sebuah konser musik bersejarah digelar sepanjang akhir Agustus 1970.  Menampilkan band-band dan musisi, yang akrab di telinga para pecinta classic rock dunia. Nama-nama besar penampil itu diantaranya adalah, Jimi Hendrix, Chicago, The Doors, The Who, E.L.P, dan para biduanita balada dengan suara bak buluh perindu seperti, Joan Baez dan Joni Mitchell.

Sampai detik ini, peristiwa musik bersejarah itu masih sering dibicarakan oleh masyarakat musik di dunia barat. Terutama pada saat summer memuncak, pada akhir bulan Agustus, ketika konser musik digelar menyambut liburan musim panas. Banyak yang rindu dengan konser musik, yang secara de facto disebut-sebut sebagai The Real British Woodstock, ketimbang The British Woodstock sesungguhnya yang berlangsung di Essex, Inggris, itu.

Dari sumber-sumber internet dan mading sejarah di balaikota Portsmouth, Isle of Wight Festival 1970 ini, diselenggarakan mulai tanggal 26 hingga 31 Agustus 1970 di Afton Down, sebelah barat Isle of Wight. Festival itu adalah serial terakhir, dari tiga festival musik sebelumnya, yang berturut-turut berlangsung di pulau itu antara tahun 1968 hingga 1970.

Festival itu dicatat sebagai festival musik terbesar, mengalahkan Woodstock Festival di Amerika Serikat, dari segi jumlah audiens yang hadir. Guinness Book Of World Records mencatat, tak kurang dari 600.000 orang menyeberang dari pantai sekitar Portsmouth, Southampton dan kota kecil Lymington, hanya untuk menonton konser di tempat terpencil ini.

Isle Of Wight Festival 1970 berhasil mengundang sedemikian banyak audiens, karena faktor promosi gencar yang dilakukan tiga tahun sebelumnya. Nama promotor yang berada di balik kesuksesan acara dalam hal jumlah audiens itu adalah Foulks bersaudara, Ron, Ray dan Bill. Mereka adalah putra daerah Isle Of Wight, yang bernaung dibawah E.O. milik keluarga, Fiery Creations Ltd.

Teknik promosi yang mereka terapkan adalah dengan mengadakan helatan-helatan lebih kecil pada tahun sebelumnya, dengan line up artist yang sedang happening, seperti Jefferson Airplane, T-Rex, The Who dan Bob Dylan.  Bagi Bob Dylan, helatan rintisan pada tahun 1969 itu, bukan hanya sekadar penampilan biasa. Pagelaran itu menjadi penanda comeback stronger-nya ia ke dunia musik, setelah kecelakaan sepeda motor yang nyaris merenggut nyawanya pada tahun 1966.

**

Penyelenggaraan Isle Of Wight Festival 1970 ini banyak sekali cobaannya, mulai dari masalah perijinan sampai masalah penentuan tempat. Jutawan-jutawan Inggris yang kerap menikmati masa pensiun di Isle Of Wight, para pemilik kapal pesiar yang memarkir yacht-nya di sekitar situ, ditambah penduduk asli, menginisiasi penentangan  penyelenggaraan festival, dengan menyoroti kemungkinan kaum hippies bakal membanjiri pulau dan berbuat onar di situ.

Penentuan venue menjadi masalah serius yang penuh liku-liku, setelah asosiasi warga dan para penentang melayangkan protes kerasnya ke pemerintah lokal. Bila dalam perhelatan Isle Of Wight Festival tahun 1968 dan 1969 pihak promotor sekadar berhadapan dengan pemilik lahan pertanian untuk urusan sewa venue konser, maka sebelum penyelenggaraan festival yang ke-3 kalinya itu, promotor harus melobi asosiasi warga dan dewan lokal untuk menyepakati lokasi event.

Semua lokasi penyelenggaraan event yang disodorkan Foulks bersaudara ditolak. Mereka dipaksa untuk memilih tempat yang ditentukan para pemrotes, atau festival yang telah mereka rintis itu batal. Tempat yang disodorkan pihak berwenang kemudian adalah lahan pertanian East Afton.  Sebab letaknya yang menghadap ke sebuah bukit besar, tanpa sengaja sejumlah besar orang dapat menonton acara tersebut dengan gratis dari situ.

Usai masalah perijinan dan tempat, masalah berikutnya adalah masalah transportasi dan logistik. Event organizer betul-betul kelabakan dan frustrasi, menghadapi jadwal penggunaan kapal ferry yang padat, di puncak liburan musim panas di Inggris itu. Menyeberangkan 600.000 orang secara serentak memang bukan perkara mudah, untuk pelayanan transportasi di pulau yang penduduknya sendiri kurang dari 100.000 orang.

Masalah di kapal penyeberangan kian kompleks, oleh ulah anarkis para calon penonton asal Prancis, yang membuat keributan di kapal ferry dengan mengacung-acungkan senjata tajam.

**

Crowd yang membludak dan lokasi yang terus menerus kena hembus angin kencang, menjadi kendala pagelaran akbar ini pada hari pertama (26/08). Suara gemuruh angin berpengaruh pada sound system, membuat kata-kata intro dan nomor-nomor yang dibawakan para penampil sering tak terdengar jelas.

Sial bagi penyanyi country legendaris Amerika, Kris Kristofferson. Membawakan lagu "Blame It On The Stones" pada hari pertama, sebab sound system yang tidak jelas, malah dikira sedang menghina kelompok musik kebanggaan Inggris, The Rolling Stones. Teriakan boo dan kalimat hujatan ditujukan crowd yang membludak terhadap Kris. "Betul-betul sebuah bencana..."ujar penyanyi country yang kini berusia 83 tahun itu pada reporter Classic Rock Magazine.

Penampil yang paling diuji oleh ulah penonton adalah penyanyi balada Joni Mitchell. Dua kali penyenandung hits "Big Yellow Taxi" (nomor yang sempat menduduki radio chart di Indonesia, waktu dibawakan ulang kelompok musik Counting Crows) ini, diinterupsi oleh ulah penonton.

Pertama, ketika penonton di depan panggung teler dan nyaris membuat keributan, saat Joni selesai membawakan lagu ke 3. Kedua, waktu penonton bernama Yogie Joe naik ke atas panggung dan berusaha merebut microphone, disaat Joni bersiap memainkan intro lagu ke 5.

Momen menegangkan, sekaligus penuh kekonyolan itu, diabadikan utuh dalam film dokumenter "Joni Mitchell Both Sides Now : Live at The Isle Of Wight Festival 1970". Cuplikan pidato pendek emosional Joni juga ada di film itu. "Semua datang ke sini untuk menikmati musik seharusnya. Tapi kalian semua kebanyakan bertingkah seperti turis yang tidak peduli. Tolong hormati kami !"teriak Joni dari balik piano akustik diatas panggung, yang ajaibnya membuat mereka kembali duduk untuk menikmati musik.

**

Festival ini akhirnya selesai hingga puncaknya, pada dini hari tanggal 31 Agustus 1970. Karena banyaknya masalah yang dihadapi dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, panitia event mengalami kerugian besar, sampai trauma dan memutuskan untuk menyetop acara ini pada tahun-tahun berikutnya.

Kendati sang promotor gagal menangguk untung, banyak sekali rekaman audio dan video dari grup dan musisi legendaris yang diambil dari penampilan mereka di festival ini, yang justru lumayan sukses secara komersial. The Who merilis album live-nya yang sukses di festival ini pada tahun 1996. Yang terbaru, pada tahun 2018, The Doors merilis Live at the Isle of Wight Festival 1970,  yang CD, DVD dan Blue Ray-nya diburu fans dan para kolektor.

Salah satu peninggalan bersejarah lainnya, rare item berharga dari festival ini adalah, cuplikan wawancara terakhir Jimi Hendrix sebelum wafat, yang diambil dari belakang panggung sebelum ia tampil. Wawancara pendek dan penampilan lengkap Jimi Hendrix bersama bandnya itu diabadikan dalam paket boxset audio dan video, Blue Wild Angel: Live at the Isle of Wight (2002). "Inspirasi musikku adalah orang banyak."konon merupakan quotes Jimi Hendrix terakhir yang diambil dari footage tersebut, sebelum dia wafat 3 minggu kemudian.

Ray Foulk dalam bukunya The Last Great Event: with Jimi Hendrix & Jim Morrison, menuliskan bahwasanya, festival ini juga merupakan pagelaran musik besar terakhir bagi Jimi Hendrix dan Jim Morrison, sebelum dua tokoh ikonik ini meninggal dunia.

Cukup panjang jika dituliskan list audio dan video yang dirilis oleh para musisi, yang diambil dari festival yang menginspirasi banyak konsep festival serupa, semisal Glastonbury dan Download Festival, yang populer di kultur musik modern medio 90an hingga era millenium ini.

Momen bersejarah 50 tahun lalu itu sebetulnya akan diperingati pada akhir agustus 2020, dengan memilih lokasi yang sama. Sayang sekali, pandemik coronavirus yang menerpa dunia dan cukup banyak menelan korban di kawasan Britania, membuat peringatan setengah abad festival musik terbesar pada abad ke 21 ini ditunda penyelenggaraannya. [**]

*Oleh : A Eddy Adriansyah
Penulis adalah koresponden Genial.Id dari Inggris dan pegiat Tajdid Institute

You may also like