Penulis bersama Dian Ayu Mayasari, Coach Badminton Timnas Perempuan Iran di Park e Laleh waktu musim dingin
GENIAL. Perjalanan kali ini, kita akan menjelajahi museum-museum dan taman-taman yang indah dan penuh dengan berbagai macam fasilitas yang berada di ibukota Iran, Teheran. Pada dasarnya seluruh Istana Kerajaan Iran masa dahulu sudah dijadikan museum, selain dijadikan tempat acara untuk tamu-tamu dan kegiatan kenegaraan.

Pertama, Museum Melli atau Museum Nasional

Kalau ingin mengetahui sejarah Iran dari mulai abad pra sejarah sampai modern, dari Paleolitik sampai abad ke-20, maka cocok sekali untuk menghabiskan waktumu disini. Semuanya terangkum apik disini disertai dengan artefak yang sangat indah.

Museum ini diresmikan pada tahun 1937. Arsitek gedung ini adalah Andre Goddard dari Perancis. Gerbang masuk museum ini berupa Cupola bergaya Sasanid (dinasti yang berkuasa tahun 224-651) yang sangat indah. Museum ini berada di jalan Si Tir, Imam Khomeini Metro dengan pemberhentian stasiun Imam Khomeini.

Kedua, Museum Ebrat

Bagi kamu yang penakut, tidak disarankan untuk pergi ke Museum ini. Sebab di dalam Museum ini penuh dengan penjara-penjara lengkap dengan patung lilin para tahanan polisi rahasia Iran dahulu yang bernama SAVAK (Sazeman e ettelaat Va amniyat e Keshvar atau Organisasi Intelejen dan Keamanan Nasional Iran).

Para tahanan tersebut merupakan tokoh-tokoh yang sekarang menguasai Republik Islam Iran, seperti Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei yang pernah dimasukan ke penjara ini oleh Raja Mohammad Reza Pahlavi melalui Savak. Terdapat pula patung patung lilin lainnya yang sedang menjalani hukuman yang sangat kejam didalam komplek penjara tersebut, seperti hukuman gantung. Cocok bagi kamu yang menyukai sejarah, terutama sejarah Iran sebelum menjadi negara Republik Islam.

Museum ini  tidak jauh dari Stasiun Metro Imam Khomeini, juga tidak jauh dengan Museum Melli.

Ketiga, Museum Berlian.

Museum ini akan membuat kamu berdecak. Museum ini laksana surga bagi para pecinta perhiasan emas, permata, ruby, berlian, zamrud, berkilo-kilo gram emas dengan bentuk yang beragam. Barang-barang ini merupakan peninggalan kerajaan Iran yang dahulu tidak sempat bahkan tidak bisa dibawa keluar dari Iran karena terlalu banyak (Kerajaan terakhir Iran adalah Dinasti Pahlavi dengan Raja terakhirnya Mohammad Reza Shah, isterinya Farah Diba, sangat sekali menyukai perhiasan perhiasan tersebut dan mengkoleksinya).

Ketika Revolusi Islam terjadi, mereka semua kabur ke luar negeri dan membawa sebagian perhiasan perhiasannya.  Sungguh luar biasa, semua peninggalan tersebut, teratur rapi di museum Berlian ini sampai sekarang, dan semuanya dijadikan aset negara.

Museum ini berada di Jalan Firdausi, Dekat Central Bank Iran, tidak jauh dari Museum Ebrat


Keempat, Museum Pertahanan (Holy Defense Museum)

Ketika kamu memasuki komplek Museum yang juga berdekatan dengan Taman yang asri, kamu akan terpukau dengan luasnya halaman dan bangunan Museum yang megah. Di halaman Museum banyak terparkir tank-tank dan helikopter juga pesawat yang dahulu digunakan Iran dalam perang saudara Iran Irak tahun 1980 – 1988.

Pun ketika kamu memasuki Museum tersebut, kamu akan disuguhi dengan cerita dan bukti-bukti bersejarah seputar perang Iran Irak yang fenomenal, dalam bentuk cerita via audio visual yang modern. Juga ditampilkan tempat-tempat yang dibuat sedemikian rupa menyerupai tempat perang, seakan akan kita berada di tempat tersebut dalam suasana perang yang emncekam.

Museum ini berada di dekat dengan Stasiun Metro Haqqani, dekat dengan Tabiat Bridge dan Taman Abe Atash

Kelima, Museum Karpet

Iran sebagai salah satu negara penghasil dan pengekspor karpet terbesar di dunia. Tidak heran bila Iran mempunyai Museum Karpet yang wajib kamu  kunjungi. Di dalamnya terdapat karpet-karpet yang sangat indah dan cantik yang dibuat dengan tangan  atau hand made dari berbagai daerah di Iran sejak abad ke 16 sampai sekarang. Karpet-karpet ini pun tak lepas dari cerita sejarah Persia kuno

Museum ini didirikan pada tahun 1976. Tidak hanya karpet, museum ini juga mempunyai perpustakaan dengan koleksi lebih dari 7.000 buku. Cocok untuk para peneliti yang ingin lebih tahu tentang karpet itu sendiri.

Lokasi museum ini didekat Taman Laleh, di Jalan Fatemi. Dapat menggunakan Metro yang langsung turun di Park atau Taman Laleh (tahun 2018 kemarin masih dibangun Stasiun Metro Taman Laleh, semoga akhir tahun 2019 ini sudah jadi)

***

Selain kelima museum di atas, Teheran juga memiliki taman-taman yang indah. Taman atau di Iran menyebutnya dengan Park, bukan hanya sekedar taman atau kebun penuh dengan pohon dan bunga. Tetapi di Iran khususnya di Ibukota, Teheran ini, selain luasnya sampai berhektar hektar, juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang modern dan bermanfaat untuk masyarakat, seperti fasilitas olahraga, tempat bermain untuk anak anak, tempat berkumpulnya keluarga.

Di dalam taman pun disiapkan meja dan kursi dengan berbagai macam ukuran, walaupun biasanya keluarga di Iran lebih memilih duduk dengan menggelar tikar di atas rumput sambil makan bersama. Ada juga danau, bahkan kebun binatang mini, termasuk juga café dan restaurant.

Karena sedikitnya Mall dan lebih banyak taman, maka orang-orang Iran kalau libur atau ada waktu senggang, mereka akan pergi ke taman yang selalu buka 24 jam. Apalagi kalau musim panas, pada tengah malam pun masyarakat masih beraktifitas di taman.

Dan satu lagi, tidak ada biaya masuk taman. Semuanya gratis. Setiap tamu-tamu dari Indonesia, saya ajak ke taman-taman di Teheran ini. Hampir semuanya heran dan bertanya kembali, seriussss ini gratis? Ga ada tiket masuk? Coba kalau di Indonesia, pasti harus bayar ini mah.. begitu kata mereka.

Dan ini lah taman yang wajib dikunjungi kalau kamu ke Teheran nanti.

Pertama, Taman Ab e Atash (Park e Ab e Atash)

Abe Atash (Dalam Bahasa Farsi, Ab artinya air dan Atash artinya api. Huruf e adalah penyambung dua kata, jadi dibaca abe atash). Nama Abe Atash sendiri diambil dari kisah Nabi Ibrahim yang mempunyai mukjizat bisa hidup di dalam api tanpa kepanasan ketika dibakar oleh Raja Namrod pada waktu itu.

Di taman ini banyak terdapat patung-patung yang sang sangat tinggi terbuat dari perunggu atau tembaga (saya kurang yakin) yang mempresentasikan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Raja Namrod, lengkap dengan Kapak, Kambing nya, di tengah tengah taman tersebut ada tempat air mancur yang selalu mengeluarkan air dan api secara bergantian. Indah sekali, apalagi pada waktu malam hari lebih indah.

Taman ini luas sekali. Selain ada tempat untuk berkuda, ada juga Gonbad e Mina Planetarium yang sangat megah dan merupakan Planetarium terbesar di kawasan Timur Tengah. Di dekat Planetarium ada tempat untuk bermain sepatu roda, dan disini full music. Jika kita lapar atau haus, disini juga ada food court yang sangat unik terbuat dari kayu, menyediakan berbagai macam makanan tradisional dan juga internasional, dengan rasa yang luarbiasa, walaupun harganya sedikit mahal.

Selain tersebut di atas, kita juga akan melihat pemandangan indah kota Teheran dari Jembatan alam atau Pol e Tabiat /Tabiat Bridge, yang baru dibuka untuk umum pada akhir 2014. Dan Jembatan ini menghubungkan antara Park e Taleghani dan Park e Abe Atash dengan panjang 270 meter, akan sangat cantik kalau dikunjungi pada malam hari. Arsitektur jembatan ini adalah seorang mahasiswi Arsitektur berusia 26 tahun. Terdiri dari tiga tingkat; tingkat satu terdapat café, food court. Tingkat dua adalah jalur untuk pejalan kaki atau bersepeda. Tingkat tiga untuk menyaksikan jalan raya dari ketinggian.

Untuk datang ke taman ini bisa ditempuh dengan Metro Stasiun Haghani, dan kamu bisa masuk dari Park e Taleghani yang dekat dengan Museum Holy Defense, dan nanti akan tembus ke Park e Ab e Atash.

Kedua, Taman Mellat (Park e Mellat)

Taman ini salah satu taman yang terluas di Tehran. Terletak di kaki gunung Alborz, dekat dengan Gunung Tochal. Tidak heran pada masa musim dingin, disini lebih sering salju turun dan menggunung. Sebelum Revolusi Islam Iran tahun 1979, nama taman ini adalah Park e Shahanshahi (Imperial) dan setelah Revolusi Islam, dirubah menajdi Park e Mellat (Bangsa).

Selain dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas umum seperti yang saya ceritakan di atas, taman ini juga mempunyai danau dengan air mancur bernyanyi (Musical Fountain), kebun binatang, cafetaria, restauran, termasuk bioskop (Mellat Cineplex). Setiap Musim Semi datang, di taman ini sangat penuh dengan bunga bunga cantik, termasuk bunga Tulip.

Taman ini berada di Jalan Valias. Bisa ditempuh dengan busway, dan langsung turun di depan taman atau park nya.

Ketiga, Taman laleh (Park e Laleh)

Laleh artinya Tulip dalam bahasa Farsi. Nama ini juga sering dipakai untuk nama perempuan. Teman Iran saya banyak sekali yang bernama Laleh. Uniknya taman ini adalah letaknya yang strategis di pusat kota, diantaranya ada Hotel Berbintang dengan nama Hotel Laleh, banyak tamu tamu asing menginap disini. Selain dekat dengan taman Laleh, yang memberikan kesejukan tersendiri, juga dekat dengan Museum Karpet, University of Tehran yang bersejarah dan kampus terbaik di Iran (Kampus saya juga), juga dekat dengan pusat pembelanjaan. Di taman Laleh ini selalu ada pasar malam, dari mulai kuliner, baju, souvenir dan pernak pernik lainnya dengan harga yang murah. [***]

Sifa Sanjurio
Staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

You may also like