Penulis bersama Dubes RI untuk Iran, Oktavino Alimudin, pada saat berhasil menaiki tangga darurat di Milad Tower Tehran yang berjumlah 1693 tangga dalam waktu 32 menit, 6 Desember 2017
GENIAL. Sobat, kita teruskan perjalanan di Teheran.

Sebenarnya, masih banyak taman-taman yang indah nan cantik yang bisa kita kunjungi di tehran, seperti Taman Burung Tehran yang mempunyai ribuan spesies burung lengkap dengan rumah atau tempat tinggal mereka yang natural, seperti di hutan atau danau.

Juga Taman Chitgar yang memadukan hutan dan danau buatan yang sangat cantik. Kita juga bisa bersepeda disana dengan menyewanya. Perpaduan natural dan modern sangat kental sekali disini karena banyak gedung gedung tinggi di sekitar danau buatan tersebut yang juga terkenal dengan danau Khalij e Fars. Kita juga bisa mengelilingi danau tersebut dengan perahu-perahu yang disewakan. Kafe-kafe dan restaurant pun marak disini, dan kamu bisa memilihnya sesuai selera.

Di Teheran, ada juga National Botanical Garden of Iran / Bagh e Giyahshenasi Melli e Iran yang luasnya mencapai 150 hektar sebagai pusat dari horticulture dan plant taxonomy. Disini juga tempat untuk tanaman-tanaman impor dari luar Iran seperti dari Himalaya, Amerika, Jepang, Afrika dan Australia. Kebun ini dilengkapi dengan danau-danau dan air terjun serta sungai.

Kebun ini terletak di antara Tehran dan Karaj. Tempatnya yang jauh dari keramaian ibukota, menambah syahdu orang-orang yang memang ingin mencari ketenangan. Dan banyak lagi taman yang lain seperti Qeytariyeh Park, Nahjol Balaghe Park, Park e Shahr, Jamshidieh Stone Garden, Pardisan Park, yang tidak akan dijelaskan secara terperinci disini. Tetapi setidaknya bisa menjadi bahan rujukan kamu apabila berkunjung atau bahkan tinggal dalam waktu yang lama di Tehran Iran.

Dua Ikon Cantik Kota Teheran yang Wajib Dikunjungi

Pertama,  Menara Azadi atau Azadi Tower atau Burj e Azadi.

Menara ini terletak di tengah-tengah kota Tehran. Lokasinya dekat dari Terminal Bis Azadi, Airport Mehrabad juga dekat dengan Universitas tertua dan terbaik di Iran, University of Tehran, Universitas Amir Kabir, dan Universitas Syarif.

Menara ini dibangun dengan marmer putih dari Esfahan, terdiri dari dua pilar setinggi 45 meter. Di sekelilingnya adalah taman seluas 50.000 meter persegi penuh dengan bunga-bunga nan indah dan beberapa air mancur turut menambah sejuknya suasana.
Arsitek menara ini adalah Hossein Amanat. Dia merupakan alumni Universitas Tehran berumur 24 tahun ketika merancang monumen ini. Sekarang menjadi warga negara Kanada sejak pindah ke Kanada pada tahun 1980.

Sang Juara Kompetisi merancang Monumen pada tahun 1966 ini memadukan arsitektur Sassanid dan Islam. Monumen yang menghabiskan 6 juta dollars ini diresmikan pada 16 Oktober 1971, oleh Mohammad Reza Pahlavi dengan nama Monumen Shahyad (Shah’s Memorial Tower), sebagai simbol kemoderenan dan untuk mengenang berdirinya Kerajaan Persia yang ke 2500 tahun.

Setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979, menara Shahyad ini berubah namanya menjadi Menara Azadi yang artinya Menara Kebebasan. Tempat ini menjadi tempat berkumpul untuk menyuarakan pendapat, dan tempat berpidatonya Presiden Iran setiap Peringatan Revolusi Islam Iran pada 11 Februari, yang dimulai dengan longmarch dari Jalan Valiashr, melewati kampus Universitas Tehran dan kampus kampus di sekitar Menara Azadi sampai titik terakhir yaitu di Menara Azadi.

Long-march ini selalu diikuti oleh ribuan masyarakat Iran sambil meneriakkan yel yel “Mampus Amerika, Mampus Israel” atau dalam bahasa Farsinya “Margh bar Omriko, Margh bar Israel”.

Kamu pun bisa hadir dalam acara ini, dan pastinya kamu akan terkesima dan mungkin terpesona melihat masyarakat Iran yang kompak dan bersemangat. Padahal sedang musim dingin, suhu bisa mencapai 5 derajat celcius.

Tempat ini juga selalu dipenuhi pengunjung turis lokal dan luar negeri. Mereka selalu berfoto di sekitar monumen, dan tidak dikenakan biaya, kecuali kalau kita masuk ke dalam monumen. Di dalam monumen kita bisa menyaksikan sejarah Iran dan tentu saja sejarah Monumen Azadi ini. Juga dapat melihat koleksi dari batu permata dan perhiasan perhiasan yang dihasilkan oleh Iran. Dengan menggunakan lift kita akan naik sampai ke atas monumen, dan menyaksikan kota Tehran secara keseluruhan.

Lokasi menara ini cukup strategis, bisa ditempuh oleh busway atau subway, dengan stasiun pemberhentian Stasiun Azadi.


Kedua, Menara Milad atau Milad Tower atau Burj e Milad

Menara Milad ini baru dibuka untuk umum pada 8 Oktober 2008. Mempunyai tinggi 435 meter, berlantai 12 dengan jumlah Lift 6 buah dan 1693 tangga darurat. Saya pernah ikut lomba 2nd International Step Running Championship pada 6 Desember 2017. Dan saya berhasil menaiki seluruh tangga darurat Milad Tower ini dalam waktu 32 menit. Tidak juara, tetapi tetap bangga karena pesertanya dari seluruh dunia, diantaranya dari Polandia, Armenia, Afrika, Jerman, UK, Irak dan lain lain.

Luas lantai menara 154.000 meter persegi dengan Arsitek Mohammad Reza Hafezi. Ia seorang Iran, lulusan PhD Arsitektur dari Universitas Leeds.

Menara tertinggi di Iran dan tertinggi ke-enam di dunia ini bernama Milad yang artinya Lahir atau Kelahiran kembali ikon baru Tehran setelah Menara Azadi. Berbeda dengan Menara Azadi, Menara Milad sangat menonjolkan sekali kemewahannya. Di samping sebagai menara telekomunikasi, menara ini juga dilengkapi dengan restaurant mewah yang biasanya khusus untuk tamu tamu penting negara atau tamu Kedutaan Besar atau juga masyarakat biasa yang memang siap dengan harga yang sangat tinggi.

Di lantai paling atas, kita bisa menyaksikan juga berbagai macam patung lilin para pahlawan, ilmuwan, penyair juga olahragawan yang berjasa mengharumkan Iran. Di samping itu kita juga dapat melihat seluruh Iran dengan teropong yang disediakan di teras atau balkon di lantai atas menara.

Apabila kita hanya berkunjung di lingkungan komplek Menara Milad, maka tidak dipungut biaya alias gratis. Disini kita bisa menikmati kulineran khas Iran atau Internasional, menonton bioskop (ada tiket khusus), shopping souvenir dan oleh-oleh khas Iran. Kita juga bisa foto-foto di bawah menara dengan air mancur yang selalu menyala setiap harinya. Lokasi ini pun menjadi favorit pengunjung. Disini pun sering diadakan pameran atau konser nasional maupun internasional.

Berkunjung ke Menara Milad, harus menggunakan taksi, karena tidak ada bis umum yang membawa kesana.

***

Selain dua ikon di atas, di Teheran juga ada area Ski and Snowboard/ Wisata Musim Dingin

Pertama, Tochal.

Gunung Touchal ini terletak di utara Tehran, dengan ketinggian 3962 meter. Terkenal juga dengan salju abadinya, walau bukan musim dingin. Tempat ini menjadi favorit untuk ski dan main salju juga olahraga fiking atau sekedar jalan kaki dan rekreasi.
Ada Telecabin atau Kereta Gantung atau juga disebut Gondola yang akan mengantarkan kita sampai ke stasiun terakhir yaitu stasiun tujuh yang berada pada 12.270 kaki atau 3.740 meter.

Sebagai tempat olahraga ski yang tentunya saljunya sangat tebal, disana juga ada sekolah khusus Ski. Jadi kita bisa sambil belajar ski, dan tentunya biayanya sangat mahal sekali. Ditambah alat-alat juga baju khusus Ski juga sangat mahal. Maka wajar kalau olahraga Ski ini olahraga untuk orang orang kaya atau untuk golongan menengah ke atas.

Bagi yang hanya ingin bermain salju saja dengan keluarga, maka stasiun lima (berada di 9.629 kaki atau 2.935 meter) adalah pilihan yang cocok, disamping ada restauran, toilet dan juga mushola.

Biaya naik Telecabin ini bervariasi, tergantung di stasiun mana kita akan turun, sekitar satu juta Rial Iran atau setara dengan Rp 300 ribu. Pengunjung bisa juga menginap di Hotel Tochal yang terletak di 3550 meter di atas permukaan laut, yang hanya memiliki 30 kamar, dilengkapi dengan restauran, coffee shop, fasilitas hiburan dan fasilitas fasilitas lainnya.

Selain Musim Dingin, Gunung Tochal ini juga tempat olahraga jalan kaki atau hiking masyarakat Iran.  Lokasinya yang mudah ditempuh, membuat Tochal tak pernah sepi pengunjung dari semua kalangan, mulai kalangan bawah sampai kalangan atas.

Kedua, Dizin

Terletak di Pegunungan Alborz sekitar 70 km utara dari Teheran, mempunyai ketinggian 11.811 kaki atau 3600 meter,  dengan area ski seluas 469 hektar. Dizin ini merupakan tempat ski pertama di Iran dibuka pada tahun 1966 oleh Mohammad Reza Pahlavi, dan diakui secara resmi oleh Federasi Ski Internasional karena keberhasilannya dalam melaksanakan kompetisi resmi dan internasional. Dizin juga merupakan salah satu dari 40 Resort Ski tertinggi di dunia yang sering dijadikan sebagai wisata Ski internasional.

Hotel, cottage, restauran, villa dan apartement disini sangat marak. Kita  harus memesan jauh hari sebelumnya, sebab ribuan orang setiap tahunnya berkunjung kesini. Termasuk saya pernah menginap selama satu malam dua hari di Villa Dizin bersama Keluarga Besar Masyarakat Indonesia. Fasilitasnya lengkap dan modern. Berbeque di malam hari sambil karokean, siang sampai  sore kita main salju berolahraga ski, tenis dan lain sebagainya, walau cuaca bisa mencapai minus derajat celcius.

Kualitas salju di Dizin sangat baik, sehingga menjadi saingan berat resor Rocky Mountain di Eropa.

Ketiga, Darbandsar

Darbandsar merupakan resor ski kedua terbesar di Iran. Sekitar 60 km dari Teheran, terletak di Pegunungan Alborz, di kota Shemiranat, dengan tinggi 11.483 kaki atau 3500 meter. Dan Darbandsar adalah satu satunya resor di Iran yang mampu membuat Snowmaking (Produksi salju dengan memaksa air dan udara bertekanan melalui senapan salju atau meriam salju untuk menambah salju alami). Berbagai fasilitas ditawarkan seperti hotel, restaurant, coffee shop.

Keempat, Shemshak Ski Resort

Terletak di 57 kilometer timur laut dari Teheran, di kota Shemshak, memiliki ketinggian 10.007 kaki atau 3050 meter. Sekitar 90 menit waktu tempuh dari Teheran ke Shemshak. Ski disini dimulai pada tahun 1949. Pada tahun 1996 Resort Ski Shemshak ini diakui sebagai kursus yang dapat diterima secara Internasional oleh Federasi Ski Internasional. Shemshak ini merupakan area Ski terbesar ketiga di Iran setelah Dizin dan Darbandsar. Hotel dan restaurat juga coffee shop ada disini. [***]

Sifa Sanjurio
Staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

You may also like